Desa Cintakarya

Kecamatan Samarang
Kabupaten Garut - Jawa Barat

Artikel

Budaya Musik Sunda Wiwitan, Warisan Seni dari Kampung Adat Desa Cintakarya

Administrator

22 Mei 2026

18 Kali Dibaca

Kampung Sunda Wiwitan yang terletak di RW 04 Desa Cintakarya, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, merupakan salah satu kampung adat yang telah ada sejak abad ke-17. Kampung ini tidak hanya dikenal karena kuatnya tradisi adat dan budaya masyarakatnya, tetapi juga memiliki potensi seni budaya yang masih terus dilestarikan hingga saat ini, khususnya dalam bidang musik tradisional Sunda.

Salah satu potensi budaya yang masih bertahan dan berkembang di kampung ini adalah pembuatan alat-alat musik tradisional Sunda yang dipimpin oleh Bapak Ending. Bersama masyarakat sekitar, beliau terus menjaga warisan budaya leluhur dengan membuat berbagai alat musik tradisional secara manual untuk kebutuhan pementasan maupun penjualan.

 

Berbagai alat musik khas Sunda diproduksi di Kampung Sunda Wiwitan, di antaranya angklung, kecapi, suling, kendang Sunda, hingga berbagai karya ukiran seni. Alat musik tersebut biasa digunakan dalam pementasan seni tradisional seperti angklung buncis yang rutin ditampilkan dalam berbagai acara adat maupun undangan pertunjukan di beberapa daerah.

Selain digunakan sendiri, hasil karya masyarakat Kampung Sunda Wiwitan juga dipasarkan ke luar daerah, salah satunya ke Kota Bandung. Hal ini menjadi bukti bahwa kualitas kerajinan seni budaya dari kampung adat ini memiliki nilai dan daya tarik tersendiri di mata masyarakat luas.

Harga alat musik yang dijual pun bervariasi tergantung jenis dan tingkat kesulitan pembuatannya. Satu set kecapi suling biasanya dijual sekitar Rp4 juta, sedangkan kecapi kawih dengan ukiran khas dijual sekitar Rp2 jutaan. Untuk satu set angklung dihargai sekitar Rp4 juta, sementara suling dijual satuan dengan harga berkisar Rp20 ribu hingga Rp25 ribu. Adapun harga kendang Sunda tidak menentu karena beberapa bahan bakunya harus didatangkan dari luar daerah. Begitu pula dengan karya ukiran, harga ditentukan berdasarkan tingkat detail dan kesulitan pengerjaannya.

Bagi masyarakat Kampung Sunda Wiwitan, membuat alat musik tradisional bukan sekadar usaha ekonomi semata. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya menjaga dan memperkuat nilai seni serta budaya Sunda agar tidak hilang tergerus perkembangan zaman. Semangat melestarikan budaya inilah yang terus diwariskan dari generasi ke generasi.

Masyarakat berharap budaya musik tradisional Sunda Wiwitan semakin dikenal luas dan memiliki kualitas yang terus berkembang. Mereka juga berharap kesenian tradisional yang dimiliki kampung adat ini dapat terus hidup dan menjadi kebanggaan daerah. Hingga kini, kelompok seni dari Kampung Sunda Wiwitan masih aktif tampil di berbagai acara budaya sesuai undangan yang datang dari berbagai daerah.

Keberadaan seni musik tradisional di Kampung Sunda Wiwitan menjadi bukti bahwa budaya lokal tetap dapat bertahan di tengah modernisasi, selama ada masyarakat yang terus menjaga, mencintai, dan melestarikannya.

Kirim Komentar

Nama
Telp./HP
E-mail

Komentar

Captha

Komentar Facebook

Statistik Desa

Aparatur Desa

Kepala Desa

Soma Suhendi

Sekretaris

Mia Karmia

Kasi Pemerintahan

Arti Sri Mulyani

Kasi Kesra

Agus Rahmat

Kasi Pelayanan

Imas Siti Munawaroh

Tata Usaha

Sri Nurhasanah

Kaur Keuangan

Nurul Hikmat

Kaur Perencanaan

Yoga Fauzi Sani

Kepala Dusun 1

Ujang Yeyen

Kepala Dusun 2

Farhan Fiermansyah

Kepala Dusun 3

Asep Sansan T

Layanan Mandiri
Layanan Mandiri
Layanan Mandiri
Layanan Mandiri

Desa Cintakarya

Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, 32

Transparansi Anggaran

APBDes 2026 Pelaksanaan

APBDes 2026 Pendapatan

APBDes 2026 Pembelanjaan

Lokasi Kantor Desa

Latitude:-7.2299638160158075
Longitude:107.84607231616975

Desa Cintakarya, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut - Jawa Barat

Buka Peta

Wilayah Desa